Arsip

Archive for the ‘Kata-kata Mutiara’ Category

Menikah itu Cuma Sekali, Jangan “Asal Nikah”

September 1, 2013 Tinggalkan komentar

Masih remaja kok udah pada nikah?

Pernikahan itu seharusnya dilakukan oleh dua insan yang saling mencintai dan sudah siap lahir batin. Setelah nikah nanti keduanya bisa membesarkan anaknya dengan baik. Bukan seneng bikin anak tapi tidak mau mengurusnya. Kalau seperti itu kan kasian anaknya.

Fenomena nikah muda saat ini bukan menjadi perkara asing lagi. Bahkan banyak yang menikah sebelum menamatkan sekolahnya. Katanya sih udah bener-bener saling mencintai. Tapi setelah menikah, cek-cok dan tiap hari bertengkar. Baca selanjutnya…

Iklan

Sajak-sajak Luca Satria

April 21, 2012 2 komentar

Mencumbubulan
Kutiduricahayaitu, menyinarikegelapanakal
Akutakmau,akutakkenalitu,anehkaumau.serabuthelaisinartaknampakteralihawan
Mencumbumuakuterlihatbodoh di matagelap,mata-matadarisudut.gelapkehabisan kata untuk sang kunangsetelahmenodaigelapperawandengansetitikcahayalalumatitaktampak,sesudahitutampak.benarkahperawan.
Ah,akumengejarpagidenganmuluttakhabismengulitisetiapgaundaribulan.
Masalahmumasalaluakutakikutcampur,Masalahkuadapadamu,kaumaumenyuguhkanterangsetalah yang lain kauciptakanbayang.
Mentaritertawa di balikpagistelahpulangkanterang.Bulan.
Akumasihsajamengurutikebodohankulebihdarisesal,Mengapaakutidakhilangkanterangbulandenganmenaridanbernyanyi ritual memanggilawan. Baca selanjutnya…

Kategori:Kata-kata Mutiara Tag:

Semangat Pagi Hari Bukan Dari Kopi, Tapi Tergantung Pikiran

Februari 21, 2012 3 komentar

Sebagian besar orang sangat tergantung dengan secangkir kopi untuk memulai hari. Padahal yang bisa membangkitkan semangat di pagi hari bukanlah kopi, tapi apa yang ada di dalam pikiran.

Para peneliti Inggris melakukan studi untuk mengetahui benarkah secangkir kopi bisa membuat seseorang lebih semangat di pagi hari. Ternyata diketahui bahwa pikiran memberikan pengaruh yang lebih besar dibanding secangkir kopi. Baca selanjutnya…

Renungan Malam – Anda Menyukai Tebu Atau Gulanya?

Februari 21, 2012 4 komentar

“Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi. Ngomong-ngomong, ‘sepah’ itu apa sih? Baca selanjutnya…

Sapa Pagi : Puisi Selamat Pagi

Februari 20, 2012 7 komentar

Kurasakan hangat indahnya sang mentari

membangunkanku dari tidur yang lelap ini

Sinarmu yang terang mulai memasuki mata

dan mengusirku dari alam mimpi

Dan kini kubergegas tuk segera siapkan diriku

tuk mulai menjalani hari ini Baca selanjutnya…

Renungan Malam

Februari 19, 2012 6 komentar

Seorang tukang kebun mencoba mengadakan penelitian sederhana.

Ia menanam 2 tanaman yg sama pada lahan yg sama.
Yg membedakan hanya bagaimana cara dia merawat tanaman tsb.

Tanaman yg pertama disirami secara rutin tiap pagi sore,
sedangkan tanaman yg kedua disirami 2 hari sekali.

Ketika tanaman itu bertumbuh cukup besar,
tiba waktunya untuk menguji kekuatan akar tsb. Baca selanjutnya…

Sapa Pagi: Risalah Sang Pencipta

Februari 19, 2012 4 komentar

Selamat pagi Tuhan, maaf bila hamba terlambat menyapaMu hari ini..

Tuhan, hamba ingin mengutarakan gelisah hati hamba kepadaMu :

Hamba tahu, hidup hamba selama ini penuh dengan dosa, penuh dengan penyakit hati, dan hamba jujur sadar melakukannya, tiada kesalahan padaMu yang hamba lakukan dengan tidak sadar, itu benar Tuhan, hamba tak kan mengingkarinya karena Kau pun Maha Mengetahui..

Tuhan, bila pagi ini adalah pagi terakhir untuk hamba, maka ijinkanlah hamba menunaikannya hingga senja itu tiba.. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: