Arsip

Archive for the ‘IPA’ Category

Sejarah Perkembangan Mikrobiologi


Era Robert Hooke dan Antoni van Leeuwenhoek

Robert Hooke (1635-1703) adalah matematikawan, sejarawan alam, dan ahli mikroskopi asal Inggris. Dalam bukunya yang terkenal, Micrographia (1665), Hooke mengilustrasikan struktur badan buah dari suatu jenis kapang Ini adalah deskripsi pertama tentang mikroorganisme yang dipublikasikan.

Antoni Van Leewenhoek

Orang pertama yang melihat bakteri adalah Antoni van Leeuwenhoek (1632-1723), seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Belanda. Pada tahun 1684, van Leeuwenhoek menggunakan mikroskop yang sangat kecil hasil karyanya sendiri untuk mengamati berbagai mikroorganisme dalam bahan alam. Mikroskop yang digunakan Leeuwenhoek kala itu berupa kaca pembesar tunggal berbentuk bikonveks dengan spesimen yang diletakkan di antara sudut apertura kecil pada penahan logam. Alat itu dipegang dekat dengan mata dan objek yang ada di sisi lain lensa disesuaikan untuk mendapatkan fokus. Dengan alat itulah, Leewenhoek mendapatkan kontras yang sesuai Baca selanjutnya…

Asal Mula dan Cakupan Biologi

Desember 1, 2012 1 komentar

Morchella_esculenta

Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah “biologi” dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios (“hidup”) dan λόγος,logos (“lambang”, “ilmu”). Istilah “ilmu hayat” dipinjam dari bahasa Arab, juga berarti “ilmu kehidupan”. Obyek kajian biologi pada masa kini sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup dalam berbagai aspek kehidupannya. Baca selanjutnya…

Radioaktifitas

Agustus 4, 2012 1 komentar

Radioaktifitas ternyata terjadi karena adanya ketidakstabilan inti.  Radioaktifitas sendiri merupakan peristiwa pemancaran radiasi partikel atau energi secara spontan.  Partikel yang dipancarkan oleh oleh zat radioaktif dapat berupa partikel alfa, netron, beta, beta positif ataupun gama . Jenis partikel apa yang dipancarkan oleh suatu inti radioaktif dapat diperkirakan berdasarkan komposisi netron-proton (n/p) dalam inti.  Hal ini dapat dipahami dengan baik dengan mencermati peta radioisotop berikut ini. Baca selanjutnya…

Kategori:IPA Tag:, ,

Tatanama Senyawa (sekali lagi tentang tatanama)

Agustus 4, 2012 2 komentar

Informasi terakhir yang penulis ketahui, ada lebih dari 10 juta senyawa yang dikenal saat ini.  Wow..! Apa aja tuh? Siapa yang mau nyebutin? Ha ha ha.. Capek dech..!  Untuk keperlun pendataan, tentulah sekian senyawa yang jumlahnya aduhai itu harus dinamai semua satu demi satu.  Gak boleh ada yang terlewat.  Siapa yang ngurusin semua itu?  Tenang aja, ada IUPAC, International Union of Pure and Applied Chemistry.  Perhimpunan ahli kimia murni dan terapan Internasional.

Bagi kita-kita yang kebetulan harus berurusan dengan penamaan senyawa kimia, “anak sekolahan, terutama kelas X”, saya punya sedikit tip yang mungkin bisa berguna, disamping bisa langsung sowan ke sumbernya sono (IUPAC) tentunya. Baca selanjutnya…

Kategori:IPA Tag:, ,

Membuat Rumus Lewis

Agustus 4, 2012 3 komentar

Memuat/menuliskan rumus Lewis adalah gampang-gampang susah.  Gampang kalau udah tau caranya, tetapi terkadang susah kalau pas ketemu dengan senyawa yang agak kompleks rumusnya.  Asal tahu jumlah elektron dari masing-masing unsur.  Pada dasarnya adalah dengan kira-kira (coba-coba).  Untuk senyawa-senyawa sederhana ini cukup mudah.

Untuk senyawa-senyawa yang agak kompleks, atau yang mengandung ikatan rangkap, atau ikatan koordinat konjugasi atau bahkan ion terkadang menjadi hal yang cukup membuat pusing.  Berikut ada satu cara yang dapat dipakai :
– Hitung jumlah semua elektron yang dimiliki semua atom dalam senyawa
– Tulis kerangka dasar senyawa yang kira-kira masuk akal (atom pusat biasanya yang kekurangan elektronnya paling banyak) Baca selanjutnya…

Kategori:IPA Tag:, ,

Pereaksi Pembatas (Hitungan Kimia)

Agustus 4, 2012 3 komentar

Sesuai namanya, pereaksi pembatas adalah zat (pereaksi) yang membatasi jumlah produk yang dihasilkan pada suatu reaksi.  Dikatakan membatasi jumlah produk yang dihasilkan karena zat tersebut telah habis terlebih dahulu selagi zat yang lain masih ada, padahal keberadaannya sangat diperlukan untuk reaksi selanjutnya (menghasilkan produk).   Jadi, pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis terlebih dahulu (pertama kali).

Pereaksi pembatas dapat ditentukan dengan cara membagi jumlah mol setiap pereaksi masing-masing dengan koefisien reaksinya (= kuosien reaksi, Q).  Baca selanjutnya…

Kategori:IPA Tag:, ,

Materi Kimia Kelas XII

Agustus 4, 2012 5 komentar

Berikut e-book tentang Materi Kimia Kelas XII. Silakan klik link jenis bab untuk mendownloadnya. Terdiri dari 5 bab. Kalian bisa memilih bab berapa yang ingin kalian miliki, atau kalau perlu download semua supaya lebih memahami tentang pelajaran Kimia Kelas XII :

Bab 1

Bab 2

Bab 3 Baca selanjutnya…

Kategori:IPA Tag:, ,
%d blogger menyukai ini: