Beranda > Fiksi > Kata Orang Belajar Itu Harus Satu

Kata Orang Belajar Itu Harus Satu


Kata para guru, orang pintar, dan seorang master yang membagi ilmunya kepada orang lain kalau kita ingin menguasai suatu bidang kita harus benar-benar menekuni satu bidang tersebut. Kita tidak boleh cepat bosan dengan apa yang tengah kita pelajari itu. Saat kita merasa bosan lalu kita beralih mempelajari bidang lain padahal bidang yang pertama kita pelajari itu belum kita kuasai, maka kita akan sia-sia telah mempelajari ilmu yang setengah-setengah. Kita belum mendapatkan apapun dari situ, padahal bidang itu tadinya adalah bidang yang ingin sekali kita kuasai.

Itulah yang saya alami. Sampai saat ini saya belum bisa menguasai secara mendalam satu pun bidang ilmu yang pernah saya pelajari. Kata orang saya memiliki bakat di bidang Matematika (perhitungan). Itu sudah saya buktikan dengan mendapat nilai sempurna saat Ujian Nasional dan saya mengikuti berbagai lomba Matematika termasuk olimpiade Matematika walaupun hanya tingkat daerah. Tapi saya tinggalkan yang namanya Matematika ketika saya mulai kenal dengan teknologi paling tren masa kini yang dinamai ‘Internet’.

Saya mulai tertarik dengan internet saat saya masih duduk di bangku SMA setelah orang tua saya membelikan saya sebuah netbook kecil sebagai hadiah atas prestasi saya. Setiap hari jemari saya memainkan tombol-tombol keyboard. Saya buka situs sosial, situs berita, dan hingga akhirnya saya kenal dengan yang namanya ‘Blog’.

Mempelajari ilmu dasar-dasar merancang sebuah blog, hmmm… sangat menarik rupanya. Sampai saya lupa waktu dan jam tidur saya kurangi hanya demi mempelajari lebih mendalam tentang dunia blog. Belum sempat saya menjadi seorang master di dunia blog, saya sudah kepincut dengan dunia ‘Menulis’. Saya membaca banyak artikel, novel, cerpen, puisi dan tulisan-tulisan lainnya. Yang terlintas dipikiran saya ketika saya membaca sebuah karangan adalah ‘Keren’. Saya ingin menjadi seperti mereka (para penulis). Saya ingin bisa menulis cerpen, saya ingin bisa menulis puisi, dan saya ingin bisa menulis novel.

Padahal tidak ada sedikitpun bakat menulis di dalam diri saya. Saya selalu mendapat nilai yang buruk ketika ada pelajaran membuat karangan Bahasa Indonesia. Tapi saya menjadi lebih yakin untuk terus mempelajari tulis-menulis setelah saya membaca sebuah artikel yang ditulis oleh salah satu kompasianer. Inti dari artikel itu adalah motivasi untuk kita mendalami dunia menulis, bahwa menulis itu adalah bakat yang bisa diciptakan. Dengan membaca, belajar dari lingkungan sekitar, belajar dari para master, dan latihan menulis yang rutin kita bisa menghidupkan bakat menulis kita.

Sampai saat saya menulis tulisan ini, saya masih newbie dalam menulis. Saya belum bisa menulis dengan baik. Malah saya sempat berpikir untuk meninggal dunia ‘Menulis’ yang belum sempat saya kuasai ke dunia ‘Wirausaha’.

Belum ada satu bidang pun yang saya kuasai, entah apa sebenarnya yang saya inginkan.

di Perantauan,
Medan, 1 Januari 2013

Andi Aryatno

 

Ekiosku.com Jual Beli Online Aman Menyenangkan

Kategori:Fiksi Tag:, ,
  1. Januari 18, 2013 pukul 11:54 pm

    like this… (y)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: