Beranda > Fiksi > Jendral, Apakah Anda Bandung Bondowoso?

Jendral, Apakah Anda Bandung Bondowoso?


;………….walaupun catatanku tentangmu telah mengotori buku kuningku
namun, aku tetap tak akan pernah bosan menuliskan bercuil-cuil tentang kehalusan anatomi dikotomi diktatorial ambiguitas kekuasaanmu

Jenderal,
bagaimana mungkin engkau mampu menukilkan rangkaian kesejatian rakyatmu pada sebuah tongkat kekuasaan yang berada pada kiri kananmu?
bagaimana mungkin pula engkau bisa menerjemahkan luka, duka, derita rakyatmu pada selembar mata uang senilai ujung nafas mereka?

Jenderal,
sesungguhnya aku telah sangat muak dengan tawaran-tawaran kemunafikan yang kau sajikan melalui cerita para menteri-menterimu yang di umbar sak enak udhele
memangnya pembantu-pembantumu yang berlabel menteri money-money hip hip hip hura hura itu sangat paham dengan apa yang sedang dialami oleh rakyatmu?

tidak!
kukatakan “tidak!” jenderal

Jenderal,
apakah kau tidak tahu bahwa rakyatmu ternyata sedang memelihara api dalam sekam di beribu-ribu huma-huma pada berbagai padang-padang kegeraman?
apakah kau tahu juga bahwa rakyatmu sedang membangun sebuah tambang bara huru hara yang sangat siap di-hot spot-kan dalam bentuk gelondongan bola salju api yang menggelinding pada geladak-geladak kekuasaanmu?

Jenderal,
kaupun harus tahu bahwa perahu negeri ini telah kau arungkan kesebuah samodera yang hitam pekat
kaupun juga harus lebih tahu lagi bahwa perahu yang kau nahkodai ini tuas kendali layar utamanya telah patah. kemudinyapun telah dipatahkan dengan sengaja oleh jurumudimu dari kamar tidurmu

: apakah kau benar-benar mengenal rakyatmu jenderal?

tidak!
sekali lagi kukatakan bahwa; “kau tidak pernah mengenal rakyatmu dengan baik, jenderal!”

Jenderal,
rakyatmu bukanlah seribu patung yang sangat siap kau uthak-athik gathuk semau kau pada berbagai mimpi-mimpimu
rakyatmu, pun bukanlah arca-arca yang membatu, yang memfosil pada titah lenggak-lenggok seorang puteri bahenol yang melekat pada syahwat kekuasaanmu

Jenderal,
apakah kau tiba-tiba saja merasa dirimu seperti bandung bondowoso jenderal?
alangkah sempitnya imajinasi liarmu jenderal
alangkah murahnya harga dirimu sebagai seorang jenderal jika engkau memang benar-benar seorang jenderal

Jenderal,
harkat martabat bangsa dan anak bangsa di atas segala-galanya
jangan pernah kau abaikan titah ini. karena ayam-ayam jantan proletarian dari sabang sampai merauke sesekali memperdengarkan kokok nyaringnya di pohon telingamu
: “percayalah, merekapun semakin rajin mengasah taji-tajinya”

serambi sentul, 12-03-2012
arrie boediman la ede

Sumber

 

Kategori:Fiksi Tag:, ,
  1. Juni 22, 2012 pukul 8:03 am

    kayaknya bpk SBY orang makassar kkkkkkkkkkkk

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: