Beranda > Kata-kata Mutiara > Sajak-sajak Luca Satria

Sajak-sajak Luca Satria


Mencumbubulan
Kutiduricahayaitu, menyinarikegelapanakal
Akutakmau,akutakkenalitu,anehkaumau.serabuthelaisinartaknampakteralihawan
Mencumbumuakuterlihatbodoh di matagelap,mata-matadarisudut.gelapkehabisan kata untuk sang kunangsetelahmenodaigelapperawandengansetitikcahayalalumatitaktampak,sesudahitutampak.benarkahperawan.
Ah,akumengejarpagidenganmuluttakhabismengulitisetiapgaundaribulan.
Masalahmumasalaluakutakikutcampur,Masalahkuadapadamu,kaumaumenyuguhkanterangsetalah yang lain kauciptakanbayang.
Mentaritertawa di balikpagistelahpulangkanterang.Bulan.
Akumasihsajamengurutikebodohankulebihdarisesal,Mengapaakutidakhilangkanterangbulandenganmenaridanbernyanyi ritual memanggilawan.
Dan esok-esokmalamkutakmelihatbulanlagikarenatelahberalihkemata lain.
2012

Wania dalamsajak
Ku tumbuksajak.Haluslalukuseduhseperti kopi
Wanginyamenggurat.Purbadaridiri
Kuciumtelapaktangandariwanita,Wanitayang memasakikudarilahirhinggakini.
Kuciumtelapaktangandariwanita,Wanita yang mencintaikulalukinipergimembenci.
Ku meminumkeduatumbukansajakitumenjadiSatu
Rasa danwangisunggulahberbeda
Ku takinginbilangkarenamemangakumenikmati
Antara aroma dan rasa
2012

Di usir hujan
Engkaudatang di giringhujanentahdarimana
LaluKita salingbertatapakubersamafikirmukamubersamafikirku
Hujantadimenyisahkanbasah, Aroma itumasihterbawa di ikalrambutmu
Siapakamu, bertanyatakapatapimalubenarkahmataituuntukkuapauntuk…
Kaubegituanggun, kaubegitucantik, kaubegitusimpatik, kaumemangbegitu.
Bagaimanabisahujanmembawamusampaikemarisedangkananginkencangmembatasjarak,
Apatersingkirmeminggir di usirbasah.
Akuseringmelihatmu di batasdekat, hanyasajaseperti di seberangpulau
kaubalasmelihat, senyumtermaniskubilang ‘hai’
Kaumelihatkuakupurapuratidakmelihat
Candaanasmarabiasatapilucu ‘tertawa’ hinggaseduhankopiku di ceraihangat
Dan dengancepatkukawinidengan rasa dingin
Ah, kaumenghilang di balikramainyapasanglangkah kaki
Esokbertemudanesoklagi, hinggasampaikapan.
2012

Televisi
Chanel pertama,
Romantika festival televisi, matasempatberkacamasihterjaga
Chanel berikut,
Sandiwaramejaterbuka, antarabukabukaandanpura-puramenutup
Salah-salah-menyalahi-benar-benar-benar-membenari-salahdanmatainimasihmembohongi rasa
Chanel selanjutnya,
Tertawadengankeadaan, kekuranganmenjadikelebihannyadanbisamembuattertawadan kaya
Chanel seterusnya,
Mencarikenyataan di dimensilain, mengadangadakan yang benaradatakbenarmenjadiadamataikutmembenarkanhinggasampai di bangunkankebenaranpagi, benar-benar di tontontelevisitentangkenyataankeadaandiri
2012

Luca Satria adalah sebuah nama pena. Nama peninggalan adalah Benisatria. Lahir di salah satu kota di Jakarta Timur, Jati Negara pada 06 September 1985, Selainmenulisjugapernah. Aktif di salahsatuorganisasikampus. MahasiswaPecintaAlam.ArchaBuanaUniversitasPamulangdanpernahtergabungjuga di KomunitasSastra Indonesia (KSI) Tangerang Selatan, sajak-sajak yang pernahterbit di Media Lokal: pernahterbit di Satelit News,TribunTangerang Dan Media Online: Kompas Online.

Kategori:Kata-kata Mutiara Tag:
  1. Desember 18, 2012 pukul 5:10 pm

    My spouse and I absolutely love your blog and find a lot of your post’s to be exactly what I’m
    looking for. Would you offer guest writers to write content to suit your needs?

    I wouldn’t mind publishing a post or elaborating on some of the subjects you write about here. Again, awesome site!

  2. Januari 21, 2013 pukul 4:24 am

    constantly i used to read smaller posts that also clear their motive, and that is also happening with this piece of writing which I am reading now.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: