Beranda > Pengetahuan, Tahukah Kamu? > Selamat Ulang Tahun Gioachino Antonio Rossini

Selamat Ulang Tahun Gioachino Antonio Rossini


Wooww.,. tahun kabisat ya? Pasti kita semua langsung berpikir “kasian juga ya yang lahir di tanggal 29 februari, dia merayakan ulang tahunnya 4 tahun sekali.” hheehee…

Pagi-pagi buka laptop, meh nyari informasi tentang sekolah,e malah google doodle gambarnya ucapan mengucapkan selamat ulang tahun buat Gioachino Antonio Rossini. Ya udah, nyempetin waktu sebentar buat nulis di blog. hheehheee..

Buat kalian yang belum tahu siapa Gioachino Antonio Rossini. Ini dia Profil dari Gioachino Antonio Rossini :

Gioachino Antonio Rossini (Pesaro, 29 Februari 1792 – Passy, 13 November 1868) merupakan seorang komponis berkebangsaan Italia. Dia lahir di tengah-tengah keluarga yang mencintai musik. Giuseppe, ayahnya, adalah seorang pemain alat musik terompet. Ibunya, Anna, adalah seorang penyanyi.

Karier Musik Rossini
Tahun 1805, ketika Rossini berusia tiga belas tahun, ia tampil di teater Commune dalam Paër`s Camilla. Ini adalah penampilan pertamanya di depan publik untuk bernyanyi. Di usianya yang keempat belas, Rossini belajar cello kepada Cavedagni Conservatorio, Bologna. Dia lalu mendalami kemampuan untuk memainkan cello di bawah bimbingan Padre P.S. Mattei pada 1807. Rossini juga adalah seorang pemain terompet yang terampil; ia mengikuti jejak ayahnya.

Opera pertamanya, “La Cambiale di Matrimonio”, diproduksi di Venesia ketika ia masih berumur delapan belas tahun. Dua tahun sebelumnya, ia telah menerima penghargaan di Conservatorio Bologna untuk karya nyanyian paduan suaranya, “Il pianto d`Armonia sulla morte d`Orfeo”.

Antara tahun 1810 dan 1813, Rossini menciptakan banyak opera dengan keberhasilan yang beragam. Semua kenangan dari karya-karya itu seakan-akan ditenggelamkan oleh kesuksesan besar karyanya, “Tancredi”. “Tancredi” adalah sebuah opera dalam dua babak dengan komposer oleh Rossini dan penulis syairnya, Luigi Lechi. Opera ini didasarkan pada pertunjukan `Tancrède` oleh Voltaire, tahun 1759. Opera pertama gubahan Rossini ini dipertunjukkan di Teatro La Fenice pada 6 Februari 1813. Opera gubahan pertama Rossini ini seharusnya diakhiri dengan sebuah penutup cerita yang bahagia, namun ia mengubahnya dengan akhir kisah yang tragis.

Pada 1815, Rossini diminta oleh impresario Domenico Barbaja untuk untuk menjadi pimpinan musik dan artistik Teatro San Carlo dan Teatro Del Fondo di Naples. Saat itu dia menggubah lagu “Elisabetta, Regina d`Inghilterra” (Elizabeth, Sang Ratu Inggris) untuk seorang penyanyi sopran, Isabella Colbran, yang kemudian menjadi isterinya.

Antara tahun 1815 dan 1823, Rossini membuat dua puluh opera. Di antara semuanya itu, “Otello” adalah puncak pembaharuan operanya yang bersifat serius. Pada masa Rossini, cerita-cerita yang berakhir tragis sangat tidak disukai oleh masyarakat Roma, maka diciptakanlah akhir cerita “Otello” yang bahagia.

Pada 1823, atas saran pengelola King`s Theatre, London, Rossini datang ke Inggris dan tinggal di sana untuk beberapa lama. Di Inggris, ia menerima penghargaan, termasuk sebuah pertemuannya dengan Raja George IV. Pada 1824, ia menjadi direktur musik di Théâtre Italien di Paris.

Hasil karyanya, “Guillaume Tell”, pada 1829 membawanya ke puncak kariernya sebagai penulis opera. Lirik lagu opera tersebut dikarang oleh Étienne Jouy and Hippolyte Bis, namun direvisi oleh Armand Marrast. Musiknya luar biasa karena bebas dari kaidah-kaidah yang dirumuskan dan ditaati oleh Rossini dalam karya-karyanya selama ini. Hal tersebut menandai masa transisi dalam sejarah opera. Meskipun merupakan sebuah opera yang bagus, opera ini jarang sekali dimainkan secara utuh dan lebih sering dipotong-potong karena durasi versi asli opera ini bisa mencapai empat jam.

Karya-Karya Rossini Yang Lain
Opera Terkenal “Il Barbiere di Siviglia” Opera ini adalah karya opera Rossini paling terkenal yang dipertunjukkan pada 20 Februari 1816 di Teatro Valle di Roma. Penulis syairnya oleh Cesare Sterbini. “Il barbiere di Siviglia” adalah opera hasil karya Rossini yang terkenal dan sangat disukai di Eropa lebih dari seperempat abad. Banyak pendapat mengenai seberapa cepat Rossini menulis opera ini. Para ahli umumnya mengakui bahwa Rossini menulis opera ini selama lebih dari dua minggu, sebuah mukjizat dengan sedikit standar. Rossini mengakui bahwa ia menulis opera tersebut selama 12 hari.

Karya-Karya Operanya yang Lain:

Demetrius dan Polybius – 1812
Ciro di Babilonia – 1812
Signor Bruschino – 1813
Aurelius di Palmyra – 1813
Elizabeth, Ratu Inggris – 1815
Cinderella – 1817
Musa di Mesir – 1818
Hermione – 1819
Muhammad II – 1820
Matilda dari Shabran – 1821
Zelmira – 1822
Semiramis – 1823
Perjalanan ke Reims – 1825
Musa dan Firaun – 1827
Count Ory – 1828
William Tell – 1829

Nyanyian Paduan Suara — Kantata

Il pianto d`armonia sulla morte di Orfeo – 1808
La morte di Didone – 1811
Egle ed Irene – 1814
Omaggio umiliato – 1819
La riconoscenza – 1821
Giunone – before 1822
Omaggio pastorale – 1823
Il pianto delle muse i morte di Lord Byron – 1824
Giovanna d`Arco – 1832
Cantata in onore del sommo pontefico Pio IX – 1847

Musik-Musik Instrumentalia

Sei sonate a quattro – 1804
Sinfonia “al conventello” – 1806
Sinfonia – 1808
Variazzioni di clarinetto – 1809
Andante e tema con variazioni – 1812
Passo doppio – 1822
Valse – 1823
Rendez-vous de chasse – 1828
Fantaisie – 1829
Trois marches militaires – 1837
Scherzo – 1843
Marcia – 1852
La corona d`Italia – 1868
Musik-Musik Suci
Messa di Gloria – 1820
Stabat mater – 1832
Tantum ergo – 1847
Laus deo – 1861

Musik Vokal Sekuler

Se il vuol la molinara – 1801
La mia pace io già perdei – 1812
Amore mi assisti – 1814
Il trovatore – 1818
Il carnevale di Venezia – 1821
Addio ai viennesi – 1822
Dall`oriente l`astro del giorno – 1824
Tre quartetti da camera – 1827
La passeggiata – 1831
La dichiarazione – 1834
Nizza – 1836
L`âme délaissée – 1844
Francesca da Rimini – 1848
Mi lagnero tacendo – 1858

Kesuksesan karya-karya Rossini merupakan keberhasilan dalam dunia opera. Pada usia 37 tahun, dia berhenti menulis opera karena sakit. Ia dan Isabella meninggalkan Paris pada 1837 untuk tinggal di Italia di mana ia menderita “neurasthenia” (penyakit mental dengan gejala psikosomatis). Setelah merasa sehat kembali, pada 1855 dia kembali ke Paris dan mulai aktif lagi menggubah nada untuk piano dan paduan suara. Tahun 1868, Rossini meninggal dan dimakamkan di Père Lachaise Cemetery, Paris.
Data ini dipperoleh dari Wikipedia

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: