Beranda > Kata-kata Mutiara > Kenapa Ibu Menangis?

Kenapa Ibu Menangis?


1308461520853787727

Suatu hari seorang anak perempuan dan ibunya yang duduk dikursi roda sedang memandangi kolam ikan. Terlihat ada seekor ikan yang muncul ke permukaan air.

“Yang kelihatan di permukaan air itu apa, nak?” tanya seorang ibu kepada anak perempuannya.
“Ohh. . . . Itu ikan Lele bu.” jawab anak perempuan itu.

Tiba-tiba ada lagi seekor ikan Lele yang muncul di permukaan air. “Benda hitam yang barusan muncul di permukaan air itu namanya apa, nak?” tanya perempuan tua itu lagi.
“Itu namanya ikan Lele, ibu.” agak kesal anak perempuan itu menjawab pertanyaan yang sama dari sang ibu.

Lagi-lagi wanita tua itu bertanya kepada anak perempuannya, “yang bergerombol di sudut sana itu namanya apa, nak?” Terlihat 6 ekor ikan Lele muncul di sudut kolam.
Geram agaknya anak perempuan ditanyai pertanyaan yang sama berulang-ulang. “Ibu. . . Itu ikan Lele, ibu!!!” dengan nada membentak anak perempuan itu menjawab pertanyaan ibunya yang sama untuk kesekian kali.

Tiba-tiba mata perempuan tua itu mengeluarkan airmata.”Kenapa ibu menangis?” tanya anak perempuan yang sedikit agak bingung.
“Kamu tahu nggak nak, 30 tahun yang lalu waktu kamu berumur 3 tahun, sama ditempat ini. Kamu menanyakan hal yang sama seperti yang ibu tanyakan sebanyak 20 kali. Tapi kenapa ibu baru bertanya 3 kali kamu sudah memarahi ibu?” Airmata masih mengalir, dan terlihat ada kekecewaan di wajah perempuan tua itu.

Sang anak pun menyesal sudah membentak ibunya, kemudian di peluknya ibunya yang menangis di atas kursi roda.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: