Beranda > Berita > Punya Gadget Terbaru, Nggak Makan Setaun

Punya Gadget Terbaru, Nggak Makan Setaun


1308740973947717831

Pagi itu Armand menonton acara musik live di salah satu acara televisi swasta. Di acara musik live itu ada kuis undian yang hadiahnya tidak lain adalah gadget terbaru yang sangat Arman ingin miliki.

Arman tidak bisa membeli gadget terbaru yang sedang ngetrend itu karena dia cuma seorang penjual bakso keliling yang penghasilan hanya pas-pasan.

“Duh. . . Pulsa gue tinggal 5 ribu, kalo gue ikutan kuis itu berarti gue cuma bisa dapetin 2 nomor undian (tarif untuk mendapatkan 1 nomor undian 2 ribu rupiah). Kalo gue dapet hadiahnya ya untung, kalo nggak dapet hadiah ya buntung.” Pikir Arman yang memang sudah sangat bernafsu ingin memiliki gadget terbaru itu.

Arman mengirimkan 2 kali sms yang isi dan nomor tujuan sesuai perintah yang tertera di pojok kanan atas layar televisinya.

Tibalah saat yang ditunggu Arman, pengumuman pemenang kuis. Terlihat ada ketegangan di wajah Arman.

“Yah. . . Apes dah gue, pulsa habis, gadget terbaru nggak dapet.” Arman kecewa karena nomor ponselnya tidak tertera dalam daftar pemenang kuis itu.

Keesokan harinya Arman kembali nongkrongin acara musik live yang kemarin dia lihat. Arman masih ingin mengikuti kuis yang kemarin membuatnya kecewa.

“Hari ini gue harus dapet gadget terbaru itu.” Arman sangat bersemangat sekali karena pagi tadi dia sudah mengisi pulsanya 10 ribu rupiah yang berarti dia bisa dapetin 5 nomor undian dan kesempatan untuk memenangkan kuis itu pun semakin besar.
Asyk sekali Arman mengetik sms dengan ponsel jadulnya nokia 3315. Berharap ponsel jadulnya itu bisa terganti dengan gadget terbaru.

Dubrak . . “Sial . . . Apes lagi . . Apes lagi.” Arman Memukul meja dan terlihat sangat kecewa.

“Kalo kaya gini terus duit gue habis, gadget terbaru juga nggak gue dapetin.” Pikirnya dalam hati. “Sial . . . Gue harus lakuin sesuatu, uda malu gue make ponsel ini.” katanya pada diri sendiri.

Arman menjual gerobak bakso yang tiap hari dipakai dia berjualan, menjual sepeda ontel miliknya dan menjual dua kambingnya yang sudah cukup besar.

Arman pergi ke pusat penjualan gadget yang ada dikotanya yang tentunya menyediakan gadget terbaru yang sangat diimpikan. Tidak luput ponsel jadulnya pun dibawa untuk menambahi kekurangannya.

Setibanya di rumah.. . . .

“Akhirnya gue punya juga gadget terbaru ini, bisa buat pamer ma temen-temen ni. Uda nggak bakal ada yang ngejek gue lagi.”

“Mak . . .Mak . . . Gerobak bakso gue mana? Kog nggak ada di tempat biasa. . ” Memanggil-manggil emaknya karena melihat gerobak baksonya tidak ada.

Emak Arman keluar dari kamarnya, “Lho . . . Kamu itu gimana si Man, tadi kan kamu jual gerobak bakso kamu, kamu juga jual sepeda dan kambingmu.”

“Masak Mak? Kok Emak nggak nyegah Arman si. . . ” Arman merasa menyesal.

“Kalo ini sih namanya dapet gadget terbaru, tapi bisa nggak makan setahun. . . ” Arman yang pikun dan merasa sangat bodoh.

Hikmah : Janganlah mengorbankan sesuatu yang penting hanya demi mendapatkan sesuatu yang tidak penting. Apalagi sesuatu yang ingin didapat itu hanya berupa kebahagian semata.

Cerita ini hanya fiktif belaka.

225.jpg” alt=”1308740973947717831″ width=”300″ height=”225″ />

Pagi itu Armand menonton acara musik live di salah satu acara televisi swasta. Di acara musik live itu ada kuis undian yang hadiahnya tidak lain adalah gadget terbaru yang sangat Arman ingin miliki.

Arman tidak bisa membeli gadget terbaru yang sedang ngetrend itu karena dia cuma seorang penjual bakso keliling yang penghasilan hanya pas-pasan.

“Duh. . . Pulsa gue tinggal 5 ribu, kalo gue ikutan kuis itu berarti gue cuma bisa dapetin 2 nomor undian (tarif untuk mendapatkan 1 nomor undian 2 ribu rupiah). Kalo gue dapet hadiahnya ya untung, kalo nggak dapet hadiah ya buntung.” Pikir Arman yang memang sudah sangat bernafsu ingin memiliki gadget terbaru itu.

Arman mengirimkan 2 kali sms yang isi dan nomor tujuan sesuai perintah yang tertera di pojok kanan atas layar televisinya.

Tibalah saat yang ditunggu Arman, pengumuman pemenang kuis. Terlihat ada ketegangan di wajah Arman.

“Yah. . . Apes dah gue, pulsa habis, gadget terbaru nggak dapet.” Arman kecewa karena nomor ponselnya tidak tertera dalam daftar pemenang kuis itu.

Keesokan harinya Arman kembali nongkrongin acara musik live yang kemarin dia lihat. Arman masih ingin mengikuti kuis yang kemarin membuatnya kecewa.

“Hari ini gue harus dapet gadget terbaru itu.” Arman sangat bersemangat sekali karena pagi tadi dia sudah mengisi pulsanya 10 ribu rupiah yang berarti dia bisa dapetin 5 nomor undian dan kesempatan untuk memenangkan kuis itu pun semakin besar.
Asyk sekali Arman mengetik sms dengan ponsel jadulnya nokia 3315. Berharap ponsel jadulnya itu bisa terganti dengan gadget terbaru.

Dubrak . . “Sial . . . Apes lagi . . Apes lagi.” Arman Memukul meja dan terlihat sangat kecewa.

“Kalo kaya gini terus duit gue habis, gadget terbaru juga nggak gue dapetin.” Pikirnya dalam hati. “Sial . . . Gue harus lakuin sesuatu, uda malu gue make ponsel ini.” katanya pada diri sendiri.

Arman menjual gerobak bakso yang tiap hari dipakai dia berjualan, menjual sepeda ontel miliknya dan menjual dua kambingnya yang sudah cukup besar.

Arman pergi ke pusat penjualan gadget yang ada dikotanya yang tentunya menyediakan gadget terbaru yang sangat diimpikan. Tidak luput ponsel jadulnya pun dibawa untuk menambahi kekurangannya.

Setibanya di rumah.. . . .

“Akhirnya gue punya juga gadget terbaru ini, bisa buat pamer ma temen-temen ni. Uda nggak bakal ada yang ngejek gue lagi.”

“Mak . . .Mak . . . Gerobak bakso gue mana? Kog nggak ada di tempat biasa. . ” Memanggil-manggil emaknya karena melihat gerobak baksonya tidak ada.

Emak Arman keluar dari kamarnya, “Lho . . . Kamu itu gimana si Man, tadi kan kamu jual gerobak bakso kamu, kamu juga jual sepeda dan kambingmu.”

“Masak Mak? Kok Emak nggak nyegah Arman si. . . ” Arman merasa menyesal.

“Kalo ini sih namanya dapet gadget terbaru, tapi bisa nggak makan setahun. . . ” Arman yang pikun dan merasa sangat bodoh.

Hikmah : Janganlah mengorbankan sesuatu yang penting hanya demi mendapatkan sesuatu yang tidak penting. Apalagi sesuatu yang ingin didapat itu hanya berupa kebahagian semata.

Cerita ini hanya fiktif belaka.

Kategori:Berita Tag:, ,
  1. daninugroho
    Oktober 1, 2011 pukul 10:43 pm

    mantapz🙂

  2. Oktober 6, 2011 pukul 3:50 am

    malang benar nasibnya . . .

  3. Andi Aryatno
    Oktober 6, 2011 pukul 4:05 am

    Iya mbak. . . Kasian . . Emang dasarnya salahnya dia. . .🙂
    Salam . . .

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: